Pelaksanaan Program Kerja KENTONGAN Kreasi Konten Toko Nongan Episode 1: Jaje Reta

24 Juli 2026
Iqmal Beri Wiguna
Dibaca 3 Kali
Pelaksanaan Program Kerja KENTONGAN Kreasi Konten Toko Nongan Episode 1: Jaje Reta

Pada hari Jumat, 24 Juli 2026, mahasiswa KKN-PPM Universitas Udayana melaksanakan program kerja KENTONGAN (Kreasi Konten Toko Nongan) Episode 1. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 12.00 WITA hingga selesai, berlokasi di usaha rumahan milik Mbok Ayu Wulan yang beralamat di Banjar Bujaga, Jl. Raya Besakih, Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali. Di episode perdana ini, tim KKN berfokus untuk mengangkat potensi usaha kuliner tradisional lokal, yaitu Jaje Reta.

Jaje Reta sendiri merupakan jajanan khas Desa Nongan dengan tekstur renyah serta perpaduan rasa gurih dan manis dari baluran gula cair hangat. Selain menjadi camilan harian masyarakat, Jaje Reta juga sering dijadikan sarana penting dalam berbagai upacara adat dan keagamaan seperti Manusa Yadnya, Pitra Yadnya, hingga Rerainan. Usaha rumahan yang dikelola Mbok Ayu Wulan ini memegang peranan penting dalam menopang perekonomian keluarga sekaligus menjaga kelestarian jajanan tradisional Bali.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN melakukan wawancara mendalam serta observasi langsung untuk mendokumentasikan seluruh tahapan pembuatan Jaje Reta. Proses pengerjaannya cukup panjang dan membutuhkan keterampilan khusus, mulai dari pengolahan beras broken, pencampuran dengan kelapa parut dan garam, pengukusan adonan selama 45 menit, hingga proses pengulengan, pencetakan, penggorengan, dan pelapisan gula cair menggunakan pemanas lampu sentir. Mbok Ayu Wulan menjalankan usaha ini dari rumah agar tetap bisa mendampingi dan mengawasi anak-anaknya.

Selain mendokumentasikan proses produksi, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh pelaku UMKM lokal. Salah satu kendala utama yang dialami Mbok Ayu Wulan adalah kenaikan serta ketidakstabilan harga bahan baku seperti beras, minyak goreng, gula, dan kemasan plastik, ditambah dengan persaingan harga di pasar. Meski demikian, Mbok Ayu Wulan tetap berkomitmen mempertahankan harga jual sebesar Rp1.000 per bungkus demi menjaga kualitas produk dan kepercayaan pelanggan.

Sebagai langkah konkret dari program KENTONGAN Episode 1, mahasiswa KKN tidak hanya mengumpulkan data, tetapi juga memproduksi konten visual kreatif berupa foto dan video produk yang akan diunggah ke media sosial seperti TikTok. Selain itu, mahasiswa KKN juga membantu mendaftarkan titik lokasi usaha milik Mbok Ayu Wulan ke Google Maps untuk meningkatkan visibilitas digitalnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan usaha Jaje Reta di Desa Nongan dapat semakin dikenal luas dan memiliki jangkauan pasar yang lebih baik di masa mendatang.

Pada hari Jumat, 24 Juli 2026, mahasiswa KKN-PPM Universitas Udayana melaksanakan program kerja KENTONGAN (Kreasi Konten Toko Nongan) Episode 1. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 12.00 WITA hingga selesai, berlokasi di usaha rumahan milik Mbok Ayu Wulan yang beralamat di Banjar Bujaga, Jl. Raya Besakih, Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali. Di episode perdana ini, tim KKN berfokus untuk mengangkat potensi usaha kuliner tradisional lokal, yaitu Jaje Reta.

Jaje Reta sendiri merupakan jajanan khas Desa Nongan dengan tekstur renyah serta perpaduan rasa gurih dan manis dari baluran gula cair hangat. Selain menjadi camilan harian masyarakat, Jaje Reta juga sering dijadikan sarana penting dalam berbagai upacara adat dan keagamaan seperti Manusa Yadnya, Pitra Yadnya, hingga Rerainan. Usaha rumahan yang dikelola Mbok Ayu Wulan ini memegang peranan penting dalam menopang perekonomian keluarga sekaligus menjaga kelestarian jajanan tradisional Bali.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN melakukan wawancara mendalam serta observasi langsung untuk mendokumentasikan seluruh tahapan pembuatan Jaje Reta. Proses pengerjaannya cukup panjang dan membutuhkan keterampilan khusus, mulai dari pengolahan beras broken, pencampuran dengan kelapa parut dan garam, pengukusan adonan selama 45 menit, hingga proses pengulengan, pencetakan, penggorengan, dan pelapisan gula cair menggunakan pemanas lampu sentir. Mbok Ayu Wulan menjalankan usaha ini dari rumah agar tetap bisa mendampingi dan mengawasi anak-anaknya.

Selain mendokumentasikan proses produksi, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh pelaku UMKM lokal. Salah satu kendala utama yang dialami Mbok Ayu Wulan adalah kenaikan serta ketidakstabilan harga bahan baku seperti beras, minyak goreng, gula, dan kemasan plastik, ditambah dengan persaingan harga di pasar. Meski demikian, Mbok Ayu Wulan tetap berkomitmen mempertahankan harga jual sebesar Rp1.000 per bungkus demi menjaga kualitas produk dan kepercayaan pelanggan.

Sebagai langkah konkret dari program KENTONGAN Episode 1, mahasiswa KKN tidak hanya mengumpulkan data, tetapi juga memproduksi konten visual kreatif berupa foto dan video produk yang akan diunggah ke media sosial seperti TikTok. Selain itu, mahasiswa KKN juga membantu mendaftarkan titik lokasi usaha milik Mbok Ayu Wulan ke Google Maps untuk meningkatkan visibilitas digitalnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan usaha Jaje Reta di Desa Nongan dapat semakin dikenal luas dan memiliki jangkauan pasar yang lebih baik di masa mendatang.