Pelaksanaan Program Kerja KENTONGAN Kreasi Konten Toko Nongan Episode 4: Jaje Sagon

05 Agustus 2026
Iqmal Beri Wiguna
Dibaca 2 Kali
Pelaksanaan Program Kerja KENTONGAN Kreasi Konten Toko Nongan Episode 4: Jaje Sagon

Pada hari Rabu, 5 Agustus 2026, mahasiswa KKN-PPM Universitas Udayana melaksanakan puncak program kerja KENTONGAN (Kreasi Konten Toko Nongan) melalui pelaksanaan Episode 4. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 13.00 WITA hingga selesai, berlokasi di tempat produksi usaha jajanan tradisional "Jaje Sagon" milik Ibu Jero Made Ayu dan suami di Banjar Bujaga , Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali. Pada episode pamungkas ini, tim KKN berfokus mendokumentasikan potensi dan kisah perjuangan di balik produksi kuliner khas warisan lokal, yaitu Jaje Sagon.

Usaha produksi Jaje Sagon dan Jaje Reta yang dikelola Ibu Jero Made Ayu bersama suaminya ini merupakan mata pencaharian utama keluarga yang dijalankan secara skala rumahan (home industry). Berawal dari dedikasi dan kerja keras sehari-hari, hasil dari usaha jajanan tradisional ini terbukti mampu menopang perekonomian keluarga hingga membiayai pendidikan anak-anak mereka ke jenjang perguruan tinggi. Di wilayah Desa Nongan, produksi Jaje Sagon memang menjadi salah satu identitas kuliner lokal yang terus dilestarikan dengan melibatkan kerabat serta masyarakat sekitar.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN melakukan wawancara mendalam serta observasi langsung terhadap seluruh tahapan pembuatan Jaje Sagon dari awal hingga akhir. Bahan-bahan yang digunakan sangat alami tanpa pengawet, dengan takaran standar 1 butir kelapa parut untuk 1 bungkus tepung ketan, ditambah gula pasir dan garam. Proses pengerjaannya dimulai sejak subuh sekitar pukul 04.00 WITA, meliputi pengupasan dan pembersihan kelapa, pemarutan mesin, pencampuran adonan, pengaturan kelembapan, hingga proses penyangraian (nyanyah) di atas wajan tanpa minyak. Pemilik usaha mengungkapkan bahwa tahap paling sulit adalah saat pencetakan adonan yang butuh waktu latihan hingga 6 bulan untuk menguasai tekniknya agar adonan rapi dan tidak mudah pecah.

Selain mendokumentasikan proses produksi dan tantangan teknis seperti variasi kelembapan kelapa, pelaksanaan KENTONGAN Episode 4 ini dikemas secara khusus melalui pendekatan naratif (storytelling). Tim KKN tidak hanya mengumpulkan data profil UMKM, tetapi juga memproduksi video dokumentasi visual yang memperlihatkan alur perjuangan usaha dan keahlian pembuatan Jaje Sagon dari bahan mentah hingga siap dikonsumsi.

Melalui pelaksanaan episode terakhir dari program KENTONGAN ini, diharapkan pendokumentasian Jaje Sagon dapat memperkuat pangkalan data profil UMKM Desa Nongan, meningkatkan visibilitas promosi digitalnya, serta menginspirasi generasi muda untuk terus melestarikan warisan kuliner tradisional Bali di masa mendatang.